Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Maret 2014

Anakku, Mutiaraku (Buku yang layak dimiliki oleh para orang tua dan calon orang tua)

TELAH TERBIT

ANAKKU, MUTIARAKU
(Rangkaian Kisah Inspiratif Tentang Buah Hati - Dilengkapi dengan Ulasan Medis dan Psikologis)

Penulis: Erni Misran, dr. Zulham, dkk
ISBN: 978-602-1791-769
Tebal: xiv + 207 halaman
Harga Cetak: Rp. 40.000 (belum ongkir), karena penjualan buku ini baru secara online, jadi ongkir untuk wilayah Tuban adalah Rp 5000
Harga e-book: (menyusul)
Penerbit: Pena Nusantara


Sinopsis:
Kehadiran buah hati sejatinya merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh pasangan yang telah menikah. Buah hati yang akan menceriakan dan mengukuhkan tautan hati keduanya. Sungguh, anak merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh Yang Mahakuasa kepada kita. Mutiara yang tak ternilai harganya.

Buku ini menyajikan beragam kisah nyata nan inspiratif tentang sang buah hati. Temukan kisah penantian panjang para orangtua yang penuh suka duka dalam Mutiara Yang Dinanti. Selami pula kisah tentang anak-anak yang terabaikan dan yang hadir di luar harapan dalam Mutiara Yang Retak. Simak juga rangkaian kisah mereka yang dianugerahi anak-anak yang cemerlang dalam Mutiara Yang Bersinar. Lalu, hayati pula kisah kesucian dan kepolosan anak-anak dalam Mutiara Yang Menginspirasi.

Percayalah, setiap anak terlahir unik. Mari temukan bakat dan potensi anak sedini mungkin sehingga bersama kita bisa merancang kepingan mozaik kehidupan mereka hingga menghasilkan sebuah lukisan kehidupan yang indah. Bimbingan dan kasih sayang orangtua akan membantu mereka untuk melejitkan potensi yang dimiliki sehingga memancarkan kilauan mutiara yang memesona.

Berikut ini tema utama dan sub tema buku “Anakku, Mutiaraku”:

Mutiara Yang Dinanti:
1. Menanti Sang Pelita Hati - Ade Tuti Turistiati
2. Inginku Tak Seindah RencanaNya – Utari Giri
3. Ariz dan Nabila - Rere Zivago
4. Tak Sabar Ingin Dipanggil Ayah - Novida Eny
5. Kado Istimewa Dari Tuhan – Mediana
6. Anakku, Mutiaraku - Sri Ningsih

Mutiara Yang Retak:
1. Impian Terakhirku - Ariny NH
2. Aku Bukan Mereka - Syahidinar Akbari
3. Hargai Peluh Semangatku - Sri S. Ningsih
4. Kamu Bisa Mutiaraku - Bunda Umy
5. Mutiara di Kursi Roda – Rere Zivago
6. Bapakku, Pahlawanku - Ninik, S.S.
7. Biarkan Aku yang Menjadi Nyawanya – Laily Nada (Fathy)

Mutiara Yang Bersinar:
1. Terima Kasih Telah Membanggakan Bunda… - Meilina Widyawati
2. Dua Putri Sholeha – Muanna
3. Impian, Target, dan Cita-cita - Tri Ismayawati
4. Debut Jadi Dubber - Ellnovianty Nine
5. Sekolah Dengan Kakek - Ekha Putri Minangsih Subara
6. Ana Puteri Kecilku – Anisa

Mutiara Yang Menginspirasi:
1. Seribu Cium untuk Ummi - Rosaria Indah
2. Sang Guru Kecilku - Faiza Thoifur
3. Ketika Dia Merindu Surga – Ismarti
4. Sajadah Panjang - Rere Zivago
5. Anak, Ibarat Samudra Ilmu Yang Luas - Ellnovianty Nine
6. Belajar dari Malaikat Kecil - Aisyah Prastiyo


Senin, 27 Mei 2013

Membuat Mozaik Biji-bijian untuk Anak

Pengertian Mozaik

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mozaik adalah seni dekorasi bidang dengan kepingan bahan keras berwarna yang disusun dan ditempelkan dengan perekat (Depdiknas 2001,756).

Dari definisi mozaik tersebut dapat diuraikan pengertiannya, yaitu pembuatan karya seni rupa dua atau tiga dimensi yang menggunakan material yang dipotong-potong atau sudah berbentuk potongan kemudian disusun dengan ditempelkan pada bidang datar dengan cara dilem. 


Mozaik Biji-bijian

Untuk anak usia Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar kelas 1 (usia 7 - 8 tahun) bahan-bahannya cukup sebagai berikut:
 
Alat dan Bahan:

  • Biji-bijian atau bumbu masak (biji kacang hijau, jagung, padi, kedelai, beras, beras ketan hitam, kedelai, lamtoro, merica, atau ketumbar).
  • Lem (lem kertas atau lem kayu).
  • Pensil untuk membuat gambar pola.
  • Kertas HVS yang agak tebal atau kertas pola gambar yang sudah diprint dari komputer (misalnya: buah jeruk, burung, kupu-kupu, bebek, mangga, mobil, atau gambar apa saja yang anak-anak suka).

Sabtu, 11 Mei 2013

Melatih Emotional Question (EQ) Anak dengan Outbound Fun (Kegiatan Aghif)

Pada hari Sabtu 11 Mei 2013 kemarin, Aghif putra sulungku melaksanakan Outbound Fun di kawasan Pemandian Bektiharjo.
Outbound merupakan agenda rutin dari sekolah Aghif yaitu RA Muslimat Salafiyah Mandirejo Merakurak. Setiap siswa kelompok B diharuskan mengikuti kegiatan outbound ini.


 

Sabtu, 04 Mei 2013

Belajar dari Pertanyaan si Kecil (Tulisanku di Jawa Pos For Her)

Alhamdulillah, untuk kali ke-2 tulisanku dimuat di Jawa Pos. Kali ini dimuat di rubrik Perempuan Bercerita Jawa Pos For Her pada hari Selasa tanggal 30 April 2013.
Tidak banyak yang diedit, cuma beberapa kata saja.


Jumat, 15 Maret 2013

CLASSROOM MANAGEMENT "KONSEKUENSI LOGIS"




KONSEKUENSI LOGIS

1.    Pokok Pikiran
·         Konsekuensi logis timbul berdasarkan jalannya kejadian yang secara alamiah, tanpa adanya campur tangan orang dewasa yang terlalu besar.
·         Kita tidak boleh mengambil alih rasa tanggung jawab yang seharusnya dipikul oleh si anak, dan jangan menanggung akibat-akibat yang timbul dari tindakan-tindakannya.
·         Apabila dalam suasana yang penuh kejengkelan kita mengancam dengan konsekuensi logis, maka dalam hal ini  konsekuensi tadi digunakan sebagai alat untuk menghukum.
·         Apakah yang terjadi jika seorang guru tidak mengambil tindakan terhadap perilaku kurang baik siswa?


2.    Pengertian Konsekuensi Logis
Konsekuensi logis adalah akibat yang diterima dari sebab perilaku yang dilakukan oleh anak. Sebelum menggunakan konsekuensi logis, mula-mula harus dijelaskan perilaku-perilaku yang diharapkan dilakukan oleh anak serta alas an melakukannya. Kemudian dijelaskan pula hubungannya dengan konsekuensi logis jika anak tidak memenuhi harapan.

CLASSROOM MANAGEMENT "PENGHARGAAN/REWARD"



PENGHARGAAN
Konsekuensi positif bagi anak untuk perilaku yang tepat/usaha yang luar biasa juga perlu digunakan dengan tujuan memperkuat tindakan konstruktif mereka. Contohnya: pengakuan verbal, jabat tangan, acungan jempol, tersenyum, dan memperoleh hak istimewa.
Merayakan prestasi yang telah dicapai anak dan menghargai keberhasilannya, tetapi tidak sampai menjadikannya sebagai kebanggaan semu, itulah penghargaan yang baik untuk anak.

1.    Pengertian Penghargaan
Penghargaan adalah betuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu. Penghargaan merupakan rangsangan untuk meningkatkan perbuatannya.
Setiap aktivitas, proses, dan hasil kerja serta perilaku anak yang baik, sebaiknya diberi apresiasi dengan member penghargaan yang bertujuan untuk memotivasi anak agar menjadi lebih baik lagi.

CLASSROOM MANAGEMENT "STRATEGI MENEGAKKAN PERATURAN DAN PROSEDUR KELAS"



STRATEGI MENEGAKKAN PERATURAN DAN PROSEDUR KELAS

Orang tua/guru sering menggunakan jalan pintas untuk meminta anak berperilaku yang baik, dengan cara menghardik “diam” atau melihatnya dengan wajah marah. Dan anak pun dengan mudah tertib kembali.

Akibatnya:
  • Anak tidak mengerti mengapa harus berperilaku sopan.
  • Anak merasa dirinya tidak disayang
  • Anak tidak diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya, karena setiap terjadi kesalahan orang tua/guru langsung marah tanpa memberitahunya.

1.    Tujuan Menegakkan Peraturan dan Prosedur Kelas
Syarat-syarat dalam menegakkan peraturan ini adalah dengan cara tanpa 3 M:
·         Tanpa marah
·         Tanpa menyuruh
·         Tanpa melarang
Tujuan dari strategi ini adalah:
a.     Anak dapat mengontrol dirinya
b.     Anak dapat mengendalikan emosinya
c.      Anak mengenal peraturan-peraturan yang ditetapkan
d.     Anak mempunyai kepercayaan diri
e.     Anak mampu memecahkan masalah-masalahnya sendiri 

CLASSROOM MANAGEMENT "STRATEGI MENEGAKKAN PROSEDUR KELAS"



PROSEDUR KELAS
Perilaku siswa dapat terbentuk dari pembiasaan. Mereka akan bekerja dengan rapi dan tertib jika tahu apa yang harus mereka lakukan.

1.    Pengertian Prosedur Kelas.
Adalah serangkaian aktivitas spesifik yang harus dijalankan oleh peserta didik dalam kelas dengan cara sama dan terstruktur agar memperoleh hasil yang sama dari keadaan yang sama pula.

2.    Rutinitas Kelas yang Membutuhkan Prosedur
·         Masuk dan keluar kelas.
·         Tanda tenang dan perhatian.
·         Waktu yang tepat bergerak di sekeliling ruang kelas.
·         Tingkat kebisingan.
·         Pergi ke toilet.
·         Datang terlambat.
·         Mengumpulkan pekerjaan rumah atau tugas.
·         Mengajukan pertanyaan.
·         Pulang sekolah.

CLASSROOM MANAGEMENT "STRATEGI MENEGAKKAN PERATURAN"


PERATURAN KELAS
Peraturan kelas adalah cara membangun norma-norma yang ada dalam kelas sebagai pedoman agar kelas menjadi tertib dan teratur.

1.    Manfaat Peraturan Kelas
Berguna untuk menjauhkan warga kelas dari bahaya dan situasi tidak menyenangkan yang timbul dari perilaku menyimpang dari warga kelas. Peraturan akan member batasan perilaku sehingga kebebasan dapat diatur agartidak mengganggu kebebasan warga kelas yang lain.

2.    Contoh Peraturan Kelas
·         Ikuti petunjuk dan instruksi guru.
·         Tertib dan tenang.
·         Hormatilah orang lain dan hak miliknya.
·         Sayangi teman.
·         Giatlah belajar.

Sabtu, 16 Februari 2013

CLASSROOM MANAGEMENT "DESAIN KELAS"


DESAIN KELAS
1.    Area Kelas dan Fungsinya
Identifikasi fungsi area kelas tergantung pada kebutuhan, kondisi, dan luas kelas yang ada, diantaranya:
·         Area Belajar, adalah area yang berfungsi sebagai tempat kegiatan belajar.
·         Area Perpustakaan Kelas, adalah area yang merupakan perpustakaan mini dalam kelas.
·         Area Simulasi, adalah area yang memungkinkan sebagai tempat simulasi ketika pembelajaran menggunakan metode simulasi.
·         Area Perlengkapan Kelas, yaitu area untuk menempatkan peralatan kelas yang dibutuhkan untuk pembelajaran.
·         Area Perlengkapan Peserta Didik, yaitu tempat untuk meletakkan barang pribadi siswa, seperti: sepatu, tas, portofolio siswa, dan lain-lain.

CLASSROOM MANAGEMENT "KELAS IDEAL/KELAS IMPIAN"

KELAS IDEAL/KELAS IMPIAN

KELAS IDEAL/KELAS IMPIAN
1.    Unsur-unsur Kelas Ideal:
·         Memiliki display yang merangsang motivasi belajar dan menambah wawasan peserta didik.
·         Suasana kelas yang aman, tertib, tenang, dan terkendali.
·         Interaksi yang sehat dan saling menghormati antara guru dan peserta didik, dan antar peserta didik.
·         Sarana/fasilitas kelas yang memudahkan proses pembelajaran.
·         Peraturan kelas yang dipatuhi dengan suka hati.
·         Peserta didik yang antusias belajar.
·         Proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. 

Senin, 05 Maret 2012

Hindarkan Anak dari Lagu Dewasa (Dimuat di Gagasan, Jawa Pos)

Ini tulisan asli yang kukirimkan ke Jawa Pos:

            Miris sekali ketika hampir setiap hari saya mendengar dari mulut-mulut mungil anak-anak usia 7 tahunan  lagu-lagu tentang cinta, patah hati dan perselingkuhan, yang seharusnya hanya untuk konsumsi orang dewasa. Dan hal itu sangat mungkin berpengaruh dan membentuk kepribadian mereka kelak setelah dewasa. Mungkin hal itu juga yang menyebabkan anak-anak zaman sekarang "kebrangas" atau "dewasa" sebelum waktunya.