Senin, 05 Maret 2012

Hindarkan Anak dari Lagu Dewasa (Dimuat di Gagasan, Jawa Pos)

Ini tulisan asli yang kukirimkan ke Jawa Pos:

            Miris sekali ketika hampir setiap hari saya mendengar dari mulut-mulut mungil anak-anak usia 7 tahunan  lagu-lagu tentang cinta, patah hati dan perselingkuhan, yang seharusnya hanya untuk konsumsi orang dewasa. Dan hal itu sangat mungkin berpengaruh dan membentuk kepribadian mereka kelak setelah dewasa. Mungkin hal itu juga yang menyebabkan anak-anak zaman sekarang "kebrangas" atau "dewasa" sebelum waktunya.

            Tetapi hal itu sangat bisa dipahami, karena memang saat ini sudah tidak ada lagi lagu anak-anak. Kalaupun ada, hanya sedikit sekali dan itu sudah tenggelam dengan hingar-bingar lagu-lagu orang dewasa. Televisi dan Radio sekarang sudah tak ada yang menyajikan lagu anak-anak lagi, 24 tahun yang lalu waktu saya seusia mereka, saya sangat menggemari lagu anak-anak dan itu sangat memotivasi saya waktu kecil, misalnya: saya menjadi tahu manfaat menabung, berhitung, makanan yang sehat dan tidak sehat, dan lain-lain. Dulu, saya dengan mudah dapat menonton lagu anak-anak di TVRI dan mendengarkan lagu anak-anak dari RKPD Tuban. 

            Sekarang, dengan makin terpinggirkannya lagu anak-anak, sudah seharusnya kita mulai berfikir bagaimana kita mengembalikan idola anak-anak kita kepada yang seharusnya mereka idolakan. Kalau menurut saya, hal ini dapat terlaksana dengan baik jika ada sinergi antara usaha dari orang tua, sekolah dan masyarakat.

            Untuk orang tua yang memilki anak-anak usia Pra TK, TK, atau Sekolah Dasar sebaiknya mulai sekarang kita berusaha sesering mungkin memperdengarkan lagu anak-anak untuk anak-anak kita. Bisa dengan cara memutarkan kaset atau CD lagu anak-anak, men-download dari internet, memutarkan lagu anak-anak dari handphone, dan setiap kita bersama anak, sebaiknya kita ajari anak-anak kita menyanyikan lagu anak-anak yang kita bisa.

            Imbauan juga untuk sekolah mulai dari Pra TK, TK, atau Sekolah Dasar, sebaiknya memiliki program setiap sebelum pelajaran dimulai atau pada waktu istirahat, memutarkan lagu anak-anak setiap hari untuk didengarkan oleh peserta didiknya agar nantinya mereka mulai familier (akrab) dengan lagu anak-anak dan mulai menyenangi lagu-lagu yang memang seharusnya untuk konsumsi mereka. 
***
Dan inilah tulisan yang sudah diedit oleh Jawa Pos:
 
Tulisan mungilku yang dimuat pada rubrik GAGASAN di Harian Jawa Pos, Senin 28 Februari 2011.

Dan bagi teman-teman yang berminat untuk mengirimkan karyanya ke rubrik Gagasan Jawa Pos, begini caranya:

Kirimkan tulisan sepanjang 250 kata yang berisi gagasan anda tentang suatu hal. 
Kirim ke: opini@jawapos.co.id
Sertakan data dan foto diri (usahakan jangan pasfoto), nomor rekening, NPWP (kalau ada), serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

3 komentar:

  1. hii…. blognya kren..infornya bnr2 bermanfaat.
    Senang sekali menemukan blog yg peduli pada dunia anak...
    Saya juga punya sebuah blog yg byk membahas tentang anak2, terutama dunia lagu anak…
    anda juga bisa donlot lagu anak gratis di sana..klo anda juga peduli pada lagu anak, silakan donlot lagu2 anak di
    klik http://lagu2anak.blogspot.com
    kunjung balik ya…
    tuker link juga boleh kalo tidak keberatan…

    Salam cinta lagu2anak…

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih banyak Kak Zepe, saya sudah banyak men-download lagu-lagu Kakak. Maaf belum bisa bertukar link, belum tahu caranya. Gaptek banget ya...?

      Hapus
  2. Terima kasih sekali Kak Zepe sudah berkenan mampir dan membaca blog saya yang masih sangat sederhana ini. Salam kenal juga. Maaf... baru bisa balas koment, baru sempat.

    BalasHapus