Oleh: Faiza N.
Bocah kecil itu berlari-lari
di tengah padang luas membentang
ada kegembiraan dan kepuasan
terpancar di wajahnya
bebas...
lepas...
'tak ada beban di hati
lugu...
polos...
bagai seorang bayi yang baru lahir
putih bersih tanpa dosa
Ingin hatiku kembali seperti dia
bebas sesuka hati nikmati hari
tanpa beban yang menghimpit jiwa
selalu rasakan bahagia
dalam setiap langkahnya
'tak peduli orang lain menggunjingnya
'tak peduli mereka 'kan menghujatnya
ia tetap tegar dengan dirinya
Dan bocah kecil itu
mulai beranjak pulang
Ada setitik kelelahan di sudut wajahnya
tapi...
senyum kepuasan menghiasi bibirnya yang mungil
Ah...
Andai aku jadi dia
Sabtu, 12 Mei 2001
Berbagi cahaya pada sesama, semoga pelangi 'kan muncul sesudahnya, membuat semua tersenyum ceria. Silahkan singgah di rumah sederhana Faiza, jika terasa nyaman, sungguh bahagia sang pemilik rumah dibuatnya
Selasa, 04 November 2014
Hening
Oleh: Faiza N.
Dewi malam merangkak pelahan
ku termenung sendiri
di beranda kamarku yang sunyi
Hanya ditemani suasana malam
bulan, bintang, dan suasana binatang malam
Sepi...
ini sangat berharga bagiku
Aku bosan...
dengan hingar-bingar kota
Aku jenuh...
dengan hiruk-pikuk manusia
Yang 'tak pernah berikan arti apa pun
selain hura-hura
Hening...
kuingin kau temaniku
nikmati malam,
menghitung bintang-bintang,
merenungi semua
tentang hidup dan kehidupan
Kamis, 19 April 2001
Dewi malam merangkak pelahan
ku termenung sendiri
di beranda kamarku yang sunyi
Hanya ditemani suasana malam
bulan, bintang, dan suasana binatang malam
Sepi...
ini sangat berharga bagiku
Aku bosan...
dengan hingar-bingar kota
Aku jenuh...
dengan hiruk-pikuk manusia
Yang 'tak pernah berikan arti apa pun
selain hura-hura
Hening...
kuingin kau temaniku
nikmati malam,
menghitung bintang-bintang,
merenungi semua
tentang hidup dan kehidupan
Kamis, 19 April 2001
Mengapa
Oleh: Faiza N.
Mengapa...
dendam meraja lela
merambah jiwa dan fikiran manusia
Damai...
kemanakah engkau
sapalah jiwa kami
agar kami dapat rasakan
bahagia dalam dekapanmu
Mengapa...
dendam meraja lela
merambah jiwa dan fikiran manusia
Damai...
kemanakah engkau
sapalah jiwa kami
agar kami dapat rasakan
bahagia dalam dekapanmu
Kamis, 19 April 2001
Galau
Oleh: Faiza N.
Kala kerisauan merambah jiwa
menyiksa dada
Galau...
'tak tahu harus kemana
kucurahkan semua rasa
Apakah pada mentari yang bersinar,
pada senja merah jingga,
ataukah pada bayu yang bertiup sahaja
Kuingin dalam galau ini
kutemukan sebuah makna
makna terdalam dari sebuah cinta
Kala kerisauan merambah jiwa
menyiksa dada
Galau...
'tak tahu harus kemana
kucurahkan semua rasa
Apakah pada mentari yang bersinar,
pada senja merah jingga,
ataukah pada bayu yang bertiup sahaja
Kuingin dalam galau ini
kutemukan sebuah makna
makna terdalam dari sebuah cinta
Rabu, 18 April 2001
Angin Malam
Oleh: Faiza N.
Kurasakan semilir angin malam
sapa wajahku
ngelangutkan mimpi dan khayalanku
membawanya terbang jauh
menembus batas ruang dan waktu
menjelajah angkasa
menembus awan
menggapai mega
memetik bintang-bintang
bercengkrama dengan bulan
meniti tangga pelangi warna-warni
Membawaku...
menuju negeri impian yang damai
tenang...
tentram...
penuh kasih sayang
tanpa dendam, permusuhan
dan angkara murka
Kurasakan semilir angin malam
sapa wajahku
ngelangutkan mimpi dan khayalanku
membawanya terbang jauh
menembus batas ruang dan waktu
menjelajah angkasa
menembus awan
menggapai mega
memetik bintang-bintang
bercengkrama dengan bulan
meniti tangga pelangi warna-warni
Membawaku...
menuju negeri impian yang damai
tenang...
tentram...
penuh kasih sayang
tanpa dendam, permusuhan
dan angkara murka
April 2001
Sebuah Pengorbanan
Oleh: Faiza N.
Mentari redup bersinar
matanya sayu menatap sang malam
dari kejauhan
Ingin rasanya ia temani sang malam
terangi alam
Tapi...
'tak kuasa ia melawan kodrat Ilahi
yang t'lah berikan mentari 'tuk siang-Nya
dan rembulan 'tuk malam-Nya
Namun...
cinta adalah pengorbanan
yang sanggup berikan apa pun 'tuk kecintaannya
Meski mentari 'tak mungkin bertemu sang malam
tapi...
ia berikan terangnya pada sang rembulan
Dan dengan sinar itu
rembulan dapat terangi malam
'tuk bersama
menyibak tirai kegelapan
Sedang...
mentari tersenyum bahagia
menatap mereka
dari balik awan
Mentari redup bersinar
matanya sayu menatap sang malam
dari kejauhan
Ingin rasanya ia temani sang malam
terangi alam
Tapi...
'tak kuasa ia melawan kodrat Ilahi
yang t'lah berikan mentari 'tuk siang-Nya
dan rembulan 'tuk malam-Nya
Namun...
cinta adalah pengorbanan
yang sanggup berikan apa pun 'tuk kecintaannya
Meski mentari 'tak mungkin bertemu sang malam
tapi...
ia berikan terangnya pada sang rembulan
Dan dengan sinar itu
rembulan dapat terangi malam
'tuk bersama
menyibak tirai kegelapan
Sedang...
mentari tersenyum bahagia
menatap mereka
dari balik awan
14 April 2001
Sabtu, 01 November 2014
Gerimis
By: Faiza N.
Gumpalan awan hitam itu
makin terlihat hitam
menutupi cakrawala biru
Gelap...
semakin pekat
Sampai akhirnya...
'tak tahan ia simpan butiran air itu
Dan...
satu persatu
jatuh...
basahi bumi
Gerimis...
Langit pun menangis
Menangislah...
Puaskanlah...
Luapkan semua
beban yang ada di dada
Biar hilang semua
duka,
lara,
nestapa,
Agar musnah semua
kesedihan yang menyiksa
Agar dapat kulihat
warna indah pelangimu
lagi...
Gumpalan awan hitam itu
makin terlihat hitam
menutupi cakrawala biru
Gelap...
semakin pekat
Sampai akhirnya...
'tak tahan ia simpan butiran air itu
Dan...
satu persatu
jatuh...
basahi bumi
Gerimis...
Langit pun menangis
Menangislah...
Puaskanlah...
Luapkan semua
beban yang ada di dada
Biar hilang semua
duka,
lara,
nestapa,
Agar musnah semua
kesedihan yang menyiksa
Agar dapat kulihat
warna indah pelangimu
lagi...
Maret, 2001
Tuhan
By: Faiza N.
Ketika rembulan redup merintih
bersembunyi di balik awan menghitam
'tak setitik pun cahya menerangi
Gelap...
Pekat...
Senyap...
Sepi memagut
Bagai hatiku yang t'lah mati
Kuingin ungkap semua ini
pada hening di malam sunyi
Pada sang penguasa segala semesta
kucerita sambatkan semua halku
pada-Mu
Tuhanku...
Ketika rembulan redup merintih
bersembunyi di balik awan menghitam
'tak setitik pun cahya menerangi
Gelap...
Pekat...
Senyap...
Sepi memagut
Bagai hatiku yang t'lah mati
Kuingin ungkap semua ini
pada hening di malam sunyi
Pada sang penguasa segala semesta
kucerita sambatkan semua halku
pada-Mu
Tuhanku...
2001
Misteri Alam
By: Faiza N.
Kudengar alam ini berkata
kata dalam diamnya
yang menyimpan sejuta makna
dalam kebisuannya
Kuingin berguru padamu
tentang arti kehidupan
dan misteri yang tersimpan di dalamnya
Katakan padaku
mengapa 'tak lelah angin bertiup
Ceritakan padaku
mengapa 'tak jemu mentari bersinar
di sepanjang masa
Setia...
setia selalu
Menemani hidup manusia
yang 'tak pernah terucap di sudut bibirnya
sebuah kata terima kasih
Kudengar alam ini berkata
kata dalam diamnya
yang menyimpan sejuta makna
dalam kebisuannya
Kuingin berguru padamu
tentang arti kehidupan
dan misteri yang tersimpan di dalamnya
Katakan padaku
mengapa 'tak lelah angin bertiup
Ceritakan padaku
mengapa 'tak jemu mentari bersinar
di sepanjang masa
Setia...
setia selalu
Menemani hidup manusia
yang 'tak pernah terucap di sudut bibirnya
sebuah kata terima kasih
Sabtu, 24 Maret 2001
Senin, 24 Maret 2014
Anakku, Mutiaraku (Buku yang layak dimiliki oleh para orang tua dan calon orang tua)
TELAH TERBIT
ANAKKU, MUTIARAKU
(Rangkaian Kisah Inspiratif Tentang Buah Hati - Dilengkapi dengan Ulasan Medis dan Psikologis)
Penulis: Erni Misran, dr. Zulham, dkk
ISBN: 978-602-1791-769
Tebal: xiv + 207 halaman
Harga Cetak: Rp. 40.000 (belum ongkir), karena penjualan buku ini baru secara online, jadi ongkir untuk wilayah Tuban adalah Rp 5000
Harga e-book: (menyusul)
Penerbit: Pena Nusantara
Sinopsis:
Kehadiran buah hati sejatinya merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh pasangan yang telah menikah. Buah hati yang akan menceriakan dan mengukuhkan tautan hati keduanya. Sungguh, anak merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh Yang Mahakuasa kepada kita. Mutiara yang tak ternilai harganya.
Buku ini menyajikan beragam kisah nyata nan inspiratif tentang sang buah hati. Temukan kisah penantian panjang para orangtua yang penuh suka duka dalam Mutiara Yang Dinanti. Selami pula kisah tentang anak-anak yang terabaikan dan yang hadir di luar harapan dalam Mutiara Yang Retak. Simak juga rangkaian kisah mereka yang dianugerahi anak-anak yang cemerlang dalam Mutiara Yang Bersinar. Lalu, hayati pula kisah kesucian dan kepolosan anak-anak dalam Mutiara Yang Menginspirasi.
Percayalah, setiap anak terlahir unik. Mari temukan bakat dan potensi anak sedini mungkin sehingga bersama kita bisa merancang kepingan mozaik kehidupan mereka hingga menghasilkan sebuah lukisan kehidupan yang indah. Bimbingan dan kasih sayang orangtua akan membantu mereka untuk melejitkan potensi yang dimiliki sehingga memancarkan kilauan mutiara yang memesona.
Berikut ini tema utama dan sub tema buku “Anakku, Mutiaraku”:
Mutiara Yang Dinanti:
1. Menanti Sang Pelita Hati - Ade Tuti Turistiati
2. Inginku Tak Seindah RencanaNya – Utari Giri
3. Ariz dan Nabila - Rere Zivago
4. Tak Sabar Ingin Dipanggil Ayah - Novida Eny
5. Kado Istimewa Dari Tuhan – Mediana
6. Anakku, Mutiaraku - Sri Ningsih
Mutiara Yang Retak:
1. Impian Terakhirku - Ariny NH
2. Aku Bukan Mereka - Syahidinar Akbari
3. Hargai Peluh Semangatku - Sri S. Ningsih
4. Kamu Bisa Mutiaraku - Bunda Umy
5. Mutiara di Kursi Roda – Rere Zivago
6. Bapakku, Pahlawanku - Ninik, S.S.
7. Biarkan Aku yang Menjadi Nyawanya – Laily Nada (Fathy)
Mutiara Yang Bersinar:
1. Terima Kasih Telah Membanggakan Bunda… - Meilina Widyawati
2. Dua Putri Sholeha – Muanna
3. Impian, Target, dan Cita-cita - Tri Ismayawati
4. Debut Jadi Dubber - Ellnovianty Nine
5. Sekolah Dengan Kakek - Ekha Putri Minangsih Subara
6. Ana Puteri Kecilku – Anisa
Mutiara Yang Menginspirasi:
1. Seribu Cium untuk Ummi - Rosaria Indah
2. Sang Guru Kecilku - Faiza Thoifur
3. Ketika Dia Merindu Surga – Ismarti
4. Sajadah Panjang - Rere Zivago
5. Anak, Ibarat Samudra Ilmu Yang Luas - Ellnovianty Nine
6. Belajar dari Malaikat Kecil - Aisyah Prastiyo
ANAKKU, MUTIARAKU
(Rangkaian Kisah Inspiratif Tentang Buah Hati - Dilengkapi dengan Ulasan Medis dan Psikologis)
Penulis: Erni Misran, dr. Zulham, dkk
ISBN: 978-602-1791-769
Tebal: xiv + 207 halaman
Harga Cetak: Rp. 40.000 (belum ongkir), karena penjualan buku ini baru secara online, jadi ongkir untuk wilayah Tuban adalah Rp 5000
Harga e-book: (menyusul)
Penerbit: Pena Nusantara
Sinopsis:
Kehadiran buah hati sejatinya merupakan sesuatu yang sangat didambakan oleh pasangan yang telah menikah. Buah hati yang akan menceriakan dan mengukuhkan tautan hati keduanya. Sungguh, anak merupakan anugerah terindah yang diberikan oleh Yang Mahakuasa kepada kita. Mutiara yang tak ternilai harganya.
Buku ini menyajikan beragam kisah nyata nan inspiratif tentang sang buah hati. Temukan kisah penantian panjang para orangtua yang penuh suka duka dalam Mutiara Yang Dinanti. Selami pula kisah tentang anak-anak yang terabaikan dan yang hadir di luar harapan dalam Mutiara Yang Retak. Simak juga rangkaian kisah mereka yang dianugerahi anak-anak yang cemerlang dalam Mutiara Yang Bersinar. Lalu, hayati pula kisah kesucian dan kepolosan anak-anak dalam Mutiara Yang Menginspirasi.
Percayalah, setiap anak terlahir unik. Mari temukan bakat dan potensi anak sedini mungkin sehingga bersama kita bisa merancang kepingan mozaik kehidupan mereka hingga menghasilkan sebuah lukisan kehidupan yang indah. Bimbingan dan kasih sayang orangtua akan membantu mereka untuk melejitkan potensi yang dimiliki sehingga memancarkan kilauan mutiara yang memesona.
Berikut ini tema utama dan sub tema buku “Anakku, Mutiaraku”:
Mutiara Yang Dinanti:
1. Menanti Sang Pelita Hati - Ade Tuti Turistiati
2. Inginku Tak Seindah RencanaNya – Utari Giri
3. Ariz dan Nabila - Rere Zivago
4. Tak Sabar Ingin Dipanggil Ayah - Novida Eny
5. Kado Istimewa Dari Tuhan – Mediana
6. Anakku, Mutiaraku - Sri Ningsih
Mutiara Yang Retak:
1. Impian Terakhirku - Ariny NH
2. Aku Bukan Mereka - Syahidinar Akbari
3. Hargai Peluh Semangatku - Sri S. Ningsih
4. Kamu Bisa Mutiaraku - Bunda Umy
5. Mutiara di Kursi Roda – Rere Zivago
6. Bapakku, Pahlawanku - Ninik, S.S.
7. Biarkan Aku yang Menjadi Nyawanya – Laily Nada (Fathy)
Mutiara Yang Bersinar:
1. Terima Kasih Telah Membanggakan Bunda… - Meilina Widyawati
2. Dua Putri Sholeha – Muanna
3. Impian, Target, dan Cita-cita - Tri Ismayawati
4. Debut Jadi Dubber - Ellnovianty Nine
5. Sekolah Dengan Kakek - Ekha Putri Minangsih Subara
6. Ana Puteri Kecilku – Anisa
Mutiara Yang Menginspirasi:
1. Seribu Cium untuk Ummi - Rosaria Indah
2. Sang Guru Kecilku - Faiza Thoifur
3. Ketika Dia Merindu Surga – Ismarti
4. Sajadah Panjang - Rere Zivago
5. Anak, Ibarat Samudra Ilmu Yang Luas - Ellnovianty Nine
6. Belajar dari Malaikat Kecil - Aisyah Prastiyo
Langganan:
Postingan (Atom)


